Bengkulu Tengah, MC Benteng – Bupati Bengkulu Tengah Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP. menghadiri sekaligus membuka secara resmi Pendidikan dan Pelatihan Terpadu Dasar (Diklat Terpadu Dasar) Angkatan ke-I yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor dan Satkoryon Banser Kecamatan Pondok Kelapa, bertempat di Balai Desa Sri Kuncoro, Jumat (26/12/2025).

Kegiatan kaderisasi ini menjadi langkah awal pembentukan kader Ansor dan Banser yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat terhadap masyarakat dan daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Bengkulu Tengah Arsyad Hamzah, S.E., Kapolsek Pondok Kelapa, Kepala OPD terkait, Kepala Kantor Kementerian Agama Bengkulu Tengah, perwakilan Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Bengkulu, Pimpinan Cabang GP Ansor Bengkulu Tengah, Camat Pondok Kelapa, Pimpinan PAC GP Ansor Pondok Kelapa, Kepala Desa Sri Kuncoro, tokoh agama, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua PAC GP Ansor Pondok Kelapa, Darmono, menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, baik dari pemerintah daerah maupun para panitia, sehingga Diklat Terpadu Dasar ini dapat terlaksana dengan baik. Ini merupakan ikhtiar bersama dalam menyiapkan kader Ansor dan Banser yang siap mengabdi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Bengkulu Tengah, Nanang Safrudin, menegaskan bahwa diklat terpadu dasar merupakan pintu awal bagi kader untuk memahami nilai-nilai ke-NU-an, ke-Ansor-an, dan ke-Banser-an.

“Diklat ini adalah gerbang dasar bagi kader untuk masuk dan berproses di NU, Ansor, dan Banser. Pesertanya berasal dari berbagai desa di wilayah Bengkulu Tengah. Kami mohon doa agar kegiatan kaderisasi seperti ini dapat terus berlanjut ke depan,” tuturnya.

Dalam arahannya, Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto menyampaikan apresiasi atas konsistensi GP Ansor dan Banser dalam melakukan kaderisasi yang berkelanjutan, tidak hanya bersifat seremonial.

“Ansor adalah organisasi yang aktif melakukan pelatihan dan pengkaderan. Di era sekarang, kader harus dipersiapkan sesuai dengan perkembangan zaman. Pelatihan ini memang berat, namun hasilnya akan luar biasa dan memberikan dampak positif bagi para kader,” ungkap Bupati.

Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti diklat dengan sungguh-sungguh demi melahirkan kader Ansor dan Banser yang berkualitas, berintegritas, serta memiliki komitmen kebangsaan.

“Mari kita jaga kebhinekaan dan kebangsaan ini bersama-sama demi mewujudkan Bengkulu Tengah yang maju dan sejahtera di masa mendatang,” tambahnya.

Sebagai wujud kepedulian sosial dan sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah, kegiatan ini dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Bantuan tersebut berasal dari GP Ansor–Banser serta dukungan Pemerintah Daerah Bengkulu Tengah, sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi cerminan komitmen bersama antara GP Ansor, Banser, dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.

(MC/BDR)

20